Aku Bukan Budak Organisasi

 

Organisasi adalah suatu wadah perkumpulan yang memiliki suatu tujuan dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut, yang sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang. Tujuan dibentuknya suatu organisasi adalah untuk mengcounter segala bentuk problem, isu-isu publik dan sebagai jejaring imformasi, namun tujuan dibentuknya secara khusus suatu organisasi kembali kepada bentuk dari organisasi tersebut dan tertuang dalam  AD/ART serta visi-misi suatu organisasi. Terlepas dari tujuan-tujuan tersebut ada berbagai manfaat adanya organisasi dan manmfaat kita aktif dalam sebuah organisasi yang sudah dibahas dengan terperinci pada artikel sebelumnya.

Mengingat begitu pentingnya keberadaan organisasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbanding terbalik dengan persepsi-persepi masyarakat khususnya dikalangan mahasiswa mengenai organisasi. Kemudian muncullah sebuah statement yang menggigit telinga yaitu Budak-budak Organisasi statement di peruntukan kepada mereka yang saking asyiknya aktif dalam sebuah organisasi hingga melupakan peroses pembelajaran dikampus-kampus dan bahkan ada yang menjadi MAPALA Mahasiswa Paling Lama, tidak hanya itu bahkan ada yang sampai DO. Untuk itu kita perlu sebuah pencerahan agar tudingan-tudingan kotor yang sentimental ini tidak merebak dan menjamur dikalangan mahasiswa terutama bagi generasi pelanjut. Jangan sampai generasi-generasi pelanjut ini menjadi orang-orang yang anti organisasi dan anti sosial. Fastabiqul Khairat.

Aku Bukan Budak Organisasi Dan Aku Bukan Pula Budak Persepsi

Kita tidak bisa menolak persepsi-persepsi orang lain terhadap diri kita, namun kita dapat menolak untuk bereaksi terhadap persepsi-persepsi tersebut. Dalam kehidupan bermasyarakat dan dengan karakter masyarakat yang sangat majmuk tentunya perbedaan-perbedaan pendapat, pemikiran serta pandangan terhadap suatu hal tidak dapat dipungkiri. Namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa tentang suatu pemikiran, pandangan, ide-ide hingga teori-teori yang pernah kita dengar, temukan dan baca pada buku-buku itu adalah hasil pembelajaran secara empiris dari masing-masing orang dan setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda sehingga tidak ada kebenaran yang mutlak dari sisi manusia, dan dapat dikatakn bahwa pengetahuan dan pemikiran itu bersifat dinamis dan selayaknya kita sebagai manusia yang berintelektual memiliki pemikiran tersendiri terhadap suatu hal. Selaras dengan apa yang dikatakan oleh Maxim Gorky, teruslah membaca buku namun ingatlah buku itu hanyalah sebuah buku dan kita harus belajar berpikir sendiri.

Aku Bukan Budak Organisasi Namun Aku Lahir Dari Sebuah Organisasi

Sebelumnya sudah dikatakan bahwa organisasi sekurang-kurananya terdiri dari dua orang yang saling bekerjasama untuk mencapaisebuah tujuan dan bukankah kita lahir sebagai tujuan atas kerjasama dua orang dan orang tersebut tak lain adalah kedua orang kita yang terus bekerjasama sampai akhirnya kita menjadi sebuah embrio dan pada akhirnya lahir menjadi bayi mungil dan tumbuh menjadi orang dewasa diantara lingkungan keluarga yang juga disebut sebagai organisasi yang mempengaruhi setiap sendi kehidupan kita, baik itu mental maupun kehidupan sosial. Beranjak dari hal tersebut, jika kita mencoba untuk membuka mata lebih besar dan melihat lebih jauh serta membuka pikiran dan mulai untuk berpikir lebih jernih, bagaimana Indonesia, negeri kita tercinta ini merdeka sebelumnya. Kita tidak perlu basa-basi, ya karena Indonesia merdeka karena didalanagi oleh orang-orang hebat sebelumnya, seperti tokoh-tokoh yang kita kenal: Jendaral sudiraman, Kihajar Dewantara, Soekarno, Mohamad Hatta dan lain sebagainya. Lalu bagaiaman mereka bisa memerdekakan Indonesia, yaitu karena mereka tidak bergerak sendiri. Mereka membentuk sebuah kelompok yaa bahasa kerennya organisasi seperti yang kita kenal saat ini.

Sehingga terukir dalam sejarah organisasi-organisasi yang telah memberikan sumbangan besar bagi kemerdekaan Indonesia, diantaranya yaitu:

BUDI UTOMO

Cerita ini kita akan mulai dari munculnya sebuah organisasi pertama dalam gerakan Indonesia merdeka, yaitu munculnya organisasi Budi Utomo yang di pelopori oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo yang pada saat itu berkeliling pulau jawa untuk mensiyarkan pentingnya pendidikan, sehingga pada tahun 1907 dr. Wahidin bertemu dengan Soetomo yang pada saat itu adalah seorang mahasiswa dari STOVIA dan membentuk organisasi Budi Utomo sehingga pada tanggal 20 Mei 1908 Budi Utomo secara resmi berdiri dan pada saat itu beranggaotakan dengan anggota dari para mahasiswa STOVIA. Namun sebelumnya gues mimin mau ngasih tahu biar tidak bingung STOVIA (School tot Opleiding Van Inlandsche Artsent) itu adalah kampus kedoteran pada masa Hindia Belanda kurang lebih pada abad ke 19 yang dimana sekarang lokasinya adalah Jakarta Pusat dan sekarang STOVIA bertransformasi menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dipindahkan ke Salemba.

SERIKAT ISLAM

Organisasi kedua yang kita kenal sebagai Serikat Islam yang dimana organisasi ini berawal dari SDI atau Serikat Dagang Islam yang dibentuk oleh H. Samanhudi di Solo pada tahun 1905 kemudian berbuah nama menjadi Serikat Islam dan di ketuaioleh Hos Tjokrominoto pada tahun 1912, organisasi ini menghimpun dan melindungi serta membantu pedagang lokal untuk bersaing dengan pedagang non lokal. 

INDISCHE PATIJ

Didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 oleh Ki Hajar Dewantara, dr. Cipto Mangoenkoesoemo dan Danudirja Setiabudi atau yang biasa disebut sebagai Tiga Serangkai. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk membentuk persatuan bangsa Indonesia dan mengembangkan serta memupuk rasa nasionalisme dalam diri pemuda dan rakyat Indonesia saat itu. Selain itu Indische Patij juga sebagai wadah persiapan kemerdekaan Indonesia dan secara inten mengkeritik pemerintahan kolonial. 

Masih banyak lagi organisasi-organisasi yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia yang 3 ini sebagai contoh dan gambaran besar bahwa pentingnya sebuah organisasi. jika kita hendak melakukan sesuatu yang besar kita takkan bisa melakukannya seorang diri, kita perlu dukungan dari berbagai pihak dan membentuk sebuah kelompok agar bergerak secara masif dalam mewujudkan hal tersebut dan disinilah kita bahagia bersama dan menanggung penderitaan bersama, bahagaia sendiri itu tidak enak gues, hahaha,,,

Aku Bukan Budak Organisasi Namun Akulah Yang Membutuhkan Organisasi

Dengan kehidupan dunia kampus yang sekarang ini menuntut para mahasiswa untuk lebih mengoptimalkan kehadiran dalam sebuah kelas pembelajaran sampai-sampai penilaian akademikpun dari sebuah kehadiran, so,, tidak ada yang salah dengan hal itu, namun jangan sampai kita lupa tugas penting yang kita emban sebagai mahasiswa bukan hanya untuk belajar tentang mata kuliah yang kita geluti, namun bagaiaman kita menyumbangkan sebuah pemikiran mendukung dan mempertahankan hak-hak rakyat dan membantu mereka yang dimarginalkan.

Berdiskusi diluar sana bukan hal yang sia-sia, banyak pengetahuan dan wawasan yang bisa kita serap, yang tidak pernah kita dengar dibangku kuliah sebagai nutrisi untuk otak peromordial kita, dengan memperbanyak diskusi, dengan memperluas wawasan kita akan menjadi lebih inovatif dan kereatif tidak terpaku pada pengetahuan dasar yang kita geluti.

Dalam berorganisasi yang kita pelajari bukan hanya tentang pengetahuan dan wawasan baru namun organisasi juga adalah sebagai tempat sekolahnya akal dan rasa kemanusiaan, seiring kita berkecimplung dalam sebuah organisasi sosialitas kita perlahan akan meningkat dan melihat serta merasakan kehidupan orang lain dan melihat kenyataan dengan kondisi kita saat ini, kita adalah masih sebagai orang beruntung. Sehingga kita menjadi orang yang terus bersukur

 

Bersambung...

Komentar